Paraikatte Bersama Kesbangpol Makassar Edukasi Warga Kurang Mampu soal Akses Pendidikan

Koridorsulsel.id, Makassar – Upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu terus digalakkan di Kota Makassar. Salah satunya melalui kegiatan Paraikatte Komunitas Makassar yaitu Sosialisasi dan Bantuan Pendidikan untuk Masyarakat Kurang Mampu dengan tema “Penguatan Akses Pendidikan Inklusif untuk Mewujudkan Makassar Kota Unggul dan Berdaya Saing” yang digelar di Sekretariat Paraikatte, Jl. Dangko No. B11, pada Minggu, 14 Desember 2025.

Kegiatan ini menjadi ruang edukasi sekaligus pendampingan bagi masyarakat dalam memahami pentingnya pendidikan inklusif sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan kompetitif. Peserta kegiatan berasal dari berbagai kalangan masyarakat yang membutuhkan dukungan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Hadir sebagai narasumber, perwakilan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Makassar, Chaidir, S.STP., M.Si., yang menekankan bahwa pendidikan inklusif merupakan bagian dari upaya memperkuat ketahanan sosial dan kebangsaan. Menurutnya, pemerataan akses pendidikan menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang berdaya saing sekaligus berwawasan kebangsaan.

Sementara itu, Basir Chabir, S.Sos., M.Adm.SDA., selaku Kepala Tata Usaha SMKN 1 Makassar, memaparkan berbagai peluang dan jalur pendidikan yang dapat diakses oleh masyarakat kurang mampu, termasuk dukungan administratif serta pentingnya peran keluarga dalam mendampingi proses pendidikan anak.

Melalui kegiatan ini, Paraikatte berharap masyarakat semakin terbuka wawasannya mengenai hak dan kesempatan memperoleh pendidikan yang layak tanpa diskriminasi. Bantuan pendidikan yang disalurkan diharapkan mampu meringankan beban keluarga serta menjadi motivasi bagi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan.

Kegiatan sosialisasi ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara komunitas, pemerintah, dan institusi pendidikan dalam mendukung visi Makassar sebagai kota unggul dan berdaya saing, melalui penguatan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *